Filosofi

5 PILAR KEHIDUPAN

Seluruh kehidupan di Pondok Pesantren Terpadu Muwahidun didasarkan pada nilai-nilai luhur.

1. TAUHID

Tauhid,adalah dasar dari segala perbuatanmengesakan Allah dalam segala perbuatan. Tauhid yang didasari keikhlasan dan kecintaan terhadap Allah dan Rasul Nya, akan melahirkan jiwa yang bertaqwa, ikhlash dan mengabdi tanpa mengharap balasan kecuali keridhaan Allah.

Kyai, Asatidz/ah, Santri dan seluruh civitas Muwahidun menyakini bahwa Tauhid menjadi nilai-nilai dasar perjuangan dan pengabdianBahwa segala amal perbuatan yang dilakukan adalah karena mengharap keridhaan Allah semata,dan apa yang dipunyai dari jiwa dan harta itulah yang dipersembahkan kepada Allah SWT. QS Ad Dzariyat 56 : 

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

2. KEMANDIRIAN
Kemandirian, merupakan sikap mampu berdiri
dengan kekuatan sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain.
Rajin dan selalu bersemangat dalam mengerjakan
hal hal yang bermanfaat, dan menghidari menjadi orang yang lemah. Sesuai sabda nabi : 

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

Sikap kemandirian inilah yang pernah membawa islam pada masa kejayaan di masa lalu. Para sahabat di bawah tempaan Rasulallah adalah pribadi yang mandiri dan semangat,karena kemandirian akan melahirkan orang orang kuat, yang siap membela agama islam dengan jiwa,raga dan harta. 

وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ 

2. Kesederhanaan

Kesederhanaan tidak berarti miskin, tidak juga serba kekurangan, juga tidak tenggelam dalam kemewahan, melainkan ditengah tengah. Hidup sesuai kebutuhannya di dunia. Hidup sederhana dengan menerima apa adanya yang telah diberikan Allah serta menjauhkan diri dari sikap tidak puas dan suka berlebihan. Kyai, Asatidz/ah, Santri dan seluruh civitas Muwahidun menyakini bahwa sebagian harta adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan alat untuk berbangga diri. QS Al Furqon 63 dan 67 : 

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

4. BERWAWASAN LUAS

Berwawasan luas adalah karakter seorang yang
senantiasa berfikir, tidak pasif, men 
tadabburi hal hal disekitarnya , senang membaca dan mempelajari hal baru sehingga menjadikan seorang yang senantiasa hidup akalnya bijak sikapnya dan luas pengetahuannya. Orang yang berwawasan luas memandang sesuatu dari banyak sudut pandang, sehingga dia menjadi pribadi yang tenang,bijak dalam berbuat dan cerdas dalam menyelsaikan masalah. QS Al Imron 7 :

وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

5. UKHUWAH ISLAMIYAH

Ukhuwah Islamiyah, menjadi dasar hidup bersosial dan  bermasyarakat. Manusia adalah makhluk sosial, tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain. Maka manusia dengan manusia ibarat satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain, meskipun ada banyak perbedaan.QS Al Hujarat 10 :

 انَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْن

 

 

Ditulis oleh Aminudin Mahmud, diambil dari intisari pendidikan dan kepengasuhan KH Abdul Wahid Hasyim terhadap santri santrinya.